Coffee Shop Kendari : Produksi Ruang dan Pembentukan Identitas Urban
Abstract
Meskipun fenomena maraknya coffee shop merepresentasikan perubahan sosial dan kultural masyarakat urban, studi yang menyoroti fungsi komunikasi dan makna sosial ruang coffee shop sebagai ruang publik urban di kota menengah seperti Kendari masih sangat terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi kemunculan coffee shop di Kota Kendari, Indonesia, sebagai ruang publik hibrid yang mencerminkan transformasi kehidupan sosial dan kultural masyarakat urban. Dengan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian ini menelaah praktik interaksi, makna simbolik, dan ekspresi performatif yang berlangsung di tiga coffee shop utama, yaitu Sinar Heritage, Rumah Hagia, Lokka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop tidak hanya berfungsi sebagai ruang konsumsi ekonomi, tetapi juga sebagai arena negosiasi makna, produksi simbol, dan pertunjukan gaya hidup. Dengan mengintegrasikan konsep ruang publik Habermas, teori produksi ruang Lefebvre, perspektif dramaturgi Goffman, dan gagasan konsumsi simbolik Featherstone, penelitian ini mengungkap bagaimana identitas lokal dan modernitas global saling beririsan dalam praktik komunikasi sehari-hari. Coffee shop di Kendari berperan sebagai simpul budaya tempat mediasi digital, konsumsi estetis, dan interaksi sosial yang membentuk rasa kebersamaan urban serta memperkuat kohesi komunitas kreatif. Secara konseptual, penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai ruang publik dan komunikasi performatif dalam konteks budaya urban Indonesia yang terus berkembang.
Downloads
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Artikel yang diterbitkan merupakan hak cipta dari rumah jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura.



