Studi Fenomenologi Fitur “Close Friends” Instagram Sebagai Ruang Privasi Digital
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran akan privasi digital di tengah pengawasan media sosial yang masif. Mahasiswa cenderung menggunakan ruang privat untuk ekspresi diri secara autentik, namun menghadapi ancaman kebocoran informasi melalui tindakan tangkapan layar (screenshot) oleh lingkaran terdekat. Penelitian ini mengkaji bagaimana kualitas komunikasi interpersonal tetap terjaga di tengah kerentanan privasi digital tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pemaknaan mahasiswa terhadap fitur Close Friends Instagram sebagai ruang privasi digital, serta proses negosiasi kepercayaan dalam komunikasi interpersonal persahabatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk membedah pengalaman subjektif tujuh informan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pattimura angkatan 2022. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori Komunikasi Interpersonal Joseph A. DeVito yang mencakup indikator keterbukaan, empati, sikap mendukung, rasa positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai fitur Close Friends sebagai “Benteng Autentisitas” yang memfasilitasi komunikasi lebih intim dan suportif dibandingkan fitur publik. Pengelolaan privasi dalam fitur ini tidak lagi bergantung pada kecanggihan teknologi, melainkan pada “Kontrak Loyalitas” dan kedaulatan moral antarindividu. Melalui penerapan komunikasi interpersonal yang berkualitas, informan mampu memitigasi risiko screenshot dengan melakukan seleksi audiens yang sangat ketat berdasarkan rekam jejak kepercayaan di dunia nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Close Friends berfungsi sebagai ruang uji bagi integritas hubungan persahabatan di era digital. penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa privasi digital bukan sekadar masalah teknis, melainkan konstruksi sosial-moral. Dan saran bagi pengguna adalah perlunya melakukan evaluasi kepercayaan sebelum berbagi konten digital yang sensitif, serta bagi pengembang kebijakan untuk memperkuat literasi etika batasan interpersonal digital
Downloads
Copyright (c) 2026 Intan Indriyati, Sandra Ivonne Telussa, Olivia Tahalele

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Artikel yang diterbitkan merupakan hak cipta dari rumah jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura.



