ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN BUBU NAGA TERHADAP KEBERLANJUTAN SUMBERDAYA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP

  • Mustamin Tajuddin Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Syahrul Djafar Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Randi Randi Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Muhammad Yunus Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
Keywords: Bubu naga, sustainability, fishing gear, blue swimming crab, Pangkep Regency

Abstract

Pangkep Regency is one of the primary hubs with significant potential for the blue swimming crab fishery, a vital commodity for the economy of coastal communities. However, its sustainability is seriously threatened by the use of bubu naga, which are highly unselective fishing gear. This study aims to determine the size distribution of blue swimming crabs caught using bubu naga; assess the percentage of legal and undersized (catchable and uncatchable) crabs; and analyze the impact of bubu naga utilization on the sustainability of blue swimming crab resources. The research was conducted in the waters of Segeri District, Pangkep Regency, from August to December 2025. This study employed a descriptive quantitative approach with a purposive sampling method. The results indicated that the size distribution of crabs caught by bubu naga was dominated by the juvenile group (3.5–6.5 cm) with 151 individuals, followed by the sub-adult group (6.5–11.5 cm) comprising 26, 65, 80, 113, and 60 individuals across their respective size classes, while adult crabs (11.5–13.5 cm) accounted for only 17 individuals. The catch was heavily dominated by uncatchable (undersized) crabs, consisting of 35% juveniles and 64% sub-adults, whereas adult crabs constituted a mere 1%. This composition demonstrates that the selectivity of bubu naga is exceptionally low, and the majority of the crabs are harvested before reaching gonad maturity. The continuous harvesting of juvenile sizes reduces the adult spawning stock, decreases recruitment, and triggers growth overfishing. Ecologically, the depletion of adult crabs disrupts the balance of the coastal ecosystem, as blue swimming crabs play a crucial role as benthic predators.

 

ABSTRAK

Kabupaten Pangkep sebagai salah satu sentra yang memiliki potensi besar perikanan rajungan serta merupakan komoditas vital bagi ekonomi masyarakat pesisir. Namun, kelestariannya terancam serius oleh penggunaan bubu naga yang merupakan alat tangkap tidak selektif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sebaran ukuran rajungan yang tertangkap pada bubu naga; mengetahui persentase hasil rajungan layak dan tidak layak tangkap; dan menganalisis dampak penggunaan bubu naga terhadap keberlanjutan sumberdaya rajungan. Penelitian dilakukan di perairan Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep pada Agustus-Desember 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan sebaran ukuran rajungan yang tertangkap bubu naga didominasi kelompok juvenil (3,5–6,5 cm) sebanyak 151 ekor; kelompok remaja (6,5–11,5 cm) sebanyak 26 ekor, 65 ekor, 80 ekor, 113 ekor, dan 60 ekor pada kelas ukurannya, sedangkan rajungan dewasa (11,5-13,5 cm) sebanyak 17 ekor. Hasil tangkapan didominasi rajungan tidak layak tangkap, yaitu juvenil 35% dan remaja 64%, sedangkan rajungan dewasa hanya 1%. Komposisi ini menunjukkan selektivitas bubu naga sangat rendah dan mayoritas rajungan tertangkap sebelum mencapai kematangan gonad. Penangkapan ukuran juvenil secara terus-menerus mengurangi stok induk dewasa, menurunkan rekruitmen, serta memicu growth overfishing. Secara ekologis, berkurangnya rajungan dewasa mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir karena rajungan berperan penting sebagai predator bentik.

Kata Kunci: Bubu naga, keberlanjutan, alat tangkap, rajungan, Perairan Pangkep

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alamsyah, M., Sudrajat, D., & Wahyudin, R. A. (2025). Kebijakan Inovasi Teknologi Aerator Portabel Untuk Meningkatkan Daya Tahan Hidup Rajungan dan Pendapatan Nelayan Bubu di Teluk Jakarta. JKPI, 17(2), 139–149. https://doi.org/10.15578/jkpi.17.2.2025.139-149

Amelia, A. P., Irwani, I., & Djunaedi, A. (2020). Study of Blue Swimming Crab’s (Portunus pelagicus) in Paciran, East Java as an effort for Sustainable Conservation. Journal of Marine Research, 9(4), 509–516.

Azkia, L. I., Reza, M., & Putri, S. M. E. (2022). Proportion of Legally Size Blue Swimming Crabs Caught By Fishermen in Betahwalang Village. Journal of Aquatropica Asia, 7(2), 69–77. https://doi.org/10.33019/joaa.v7i2.3421

Azzahra, R. N. N., Saputra, S. W., & Rudiyanti, S. (2024). Size Distribution and Growth Parameters of Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus, Linnaeus 1758) in Awur Bay, Jepara. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 11(2), 129–134. https://doi.org/10.29103/aa.v11i2.11395

Budiarto, A., Adrianto, L., & Kamal, M. (2015). Status Pengelolaan Perikanan Rajungan (Portunus pelagicus) Dengan Pendekatan Ekosistem di Laut Jawa (WPPNRI 712). J. Kebijakan Perikanan Indonesia, 7(1), 9–24.

DKP. (2018). Laporan Tahun Dinas Perikann dan Kelautan Kabupaten Pangkajenne Kepulauan.

Ekawati, A. K., Adrianto, L., & Zairion, Z. (2019). Pengelolaan Perikanan Rajungan (Portunus pelagicus) Berdasarkan Analisis Spasial dan Temporal Bioekonomi di Perairan Pesisir Timur Lampung. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 11(1), 65–74. https://doi.org/10.15578/jkpi.11.1.2019.65-74

Huda, H. M., Wijaya, R. A., Triyanti, R., Sari, Y. D., & Zamroni, A. (2021). Status Dan Permasalahan Pemanfaatan Sumber Daya Rajungan di Indonesia. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 11(2), 119–126. https://doi.org/10.15578/jksekp.v11i2.9536

Hufiadi. (2017). Selektivitas Alat Tangkap Rajungan (Portunus pelagicus) di Laut Jawa (Studi Kasus Alat Tangkap Cirebon). Prosiding Simposium Nasional Krustasea, 131–138.

Ihsan, I., Tajuddin, M., Abdullah, H., & Zainuddin, Z. (2021). Sebaran Ukuran Rajungan Hasil Tangkapan Gillnet dengan Jarak Lokasi Penangkapan Berbeda di Perairan Kabupaten Pangkep. Jurnal Airaha, 10(2), 192–201. https://doi.org/10.15578/ja.v10i02.264

Ihsan, I., Wiyono, E. S., Wisudo, S. H., & Haluan, J. (2014). Pola Musim dan Daerah Penangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Kabupaten Pangkep. Marine Fisheries, 5(2), 193–200.

Jamal, M., Hasrun, H., Ihsan, I., & Ernaningsih, E. (2024). Selektifitas Alat Tangkap Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Segeri Kabupaten Pangkep. Journal of Indonesian Tropical Fisheries, 7(1), 26–40. https://doi.org/10.33096/joint-fish.v7i1.419

Kamelia, N. D., & Muhsoni, F. F. (2020). Kajian Stok Rajungan (Portunus pelagicus) di Pendaratan Ikan Desa Bancaran Bangkalan. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 13(3), 185–195.

Kembaren, D. D., Ernawati, T., & Suprapto. (2012). Biology and Population Parameters of Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) in The Bone Bay and Adjacent Water. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 18(4), 273–281.

Kholishoh, S., Rahman, M. A., & Wiadnya, D. G. R. (2019). Pengaruh Escape Gap Pada Alat Tangkap Bubu Lipat Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus). JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research, 3(3), 280–287. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.1

KKP. (2021). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penangkapan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus pelagicus).

Kusuma, A., Hasani, Q., Budiarto, A., & Priyadi, H. (2024). Hubungan Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus, Linnaeus 1758) Dengan Kondisi Hidro-Oseanografi di Perairan Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Jurnal Perikanan Unram, 14(1), 365–379. https://doi.org/10.29303/jp.v14i2.782

Luhur, E. S., Asnawi, A., Arthatiani, F. Y., & Suryawati, S. H. (2020). Determinan Permintaan Ekspor Kepiting/Rajungan Olahan Indonesia ke Amerika Serikat: Pendekatan Error Correction Model. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 10(2), 131–139. https://doi.org/10.15578/jksekp.v10i2.9271

Maulana, I. (2018). Keberlanjutan Agribisnis Kepiting Rajungan di Kabupaten Pangkep. Jurnal Agrisistem, 14(2), 125–134.

Mursyid, M., Prabowo, P. A., Sudrajat, I. P., Puspa, D., Farhandika, N., Mourniaty, A. Z. A., Suharti, R., Kadarusman, K., & Triyono, H. (2020). Aspek Biologi Rajungan (Portunus pelagicus) di Teluk Banten, Indonesia. Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam, 2(2), 83–92.

Oktary, Q., Zahid, A., & Susiana, S. (2024). Distribution of Size and Condition Factors of Blue Crab (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) in the Waters of Madong Village, Tanjungpinang city. Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil, 8(2), 55–61. https://doi.org/10.29239/j.akuatikisle.8.2.55-61

Qomariyah, L., Arisandi, A., Hidayah, Z., & Farid, A. (2023). Kajian Morfometrik dan Tingkat Kematangan Gonad Rajungan (Portunus pelagicus) di pagagan Pamekasan. Jurnal Akuatika Indonesia, 8(2), 87–95.

Rahmat, N., Ernaningsih, E., & Kasmawati, K. (2024). Analisis Aspek Biologi Rajungan (Portunus pelagicus) yang Tertangkap Dengan Bubu Naga di Perairan Bawasalo Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep. Jurnal Pelagis, 1(3), 227–235. https://doi.org/10.33096/pelagis.v1i3.246

Shabrina, N., Supriadi, D., Gumilar, I., & Khan, A. M. A. (2021). Selektivitas alat tangkap terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus linnaeus, 1758) di Perairan Gebang Mekar, Cirebon. Bawal, 13(1), 23–32.

Suharyanto, Hargiyatno, I. T., Otremoles, N., & Yusrizal. (2024). The Implementation of Size Limit Regulation on the Swimming Blue Crab (Portunus pelagicus) Catches in Indonesia: To Maintain Resource Sustainability. Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 28(6), 2551–2570. https://doi.org/10.21608/ejabf.2024.402400

Tajuddin, M., & Wamnebo, M. I. (2024). Dampak Musim Penangkapan Terhadap Populasi Rajungan dan Ekosistem di Perairan Segeri Kabupaten Pangkep. Laporan Akhir Penelitian. Universitas Muslim Indonesia.

Triyanti, R., Zamroni, A., Huda, H. M., & Wijaya, R. A. (2021). Persepsi dan Sikap Nelayan Terhadap Pengelolaan Rajungan (Portunus pelagicus) Berkelanjutan. J. Sosek KP, 16(1), 121–139. https://doi.org/10.15578/jsekp.v16i1.9486 121

Wiyono, E. S., & Ihsan. (2018). Abundance, Fishing Season and Management Strategy for Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) in Pangkajene Kepulauan, South Sulawesi, Indonesia. Tropical Life Sciences Research, 29(1), 1–15. https://doi.org/10.21315/tlsr2018.29.1.1

Yanti, N. D., Kurnia, R., Mashar, A., & Sompa, A. (2023). Status Biologi Rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) di Pesisir Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. J. Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 15(2), 195–206.

Published
2026-04-25
How to Cite
Tajuddin, M., Djafar, S., Randi, R., & Yunus, M. (2026). ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN BUBU NAGA TERHADAP KEBERLANJUTAN SUMBERDAYA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 22(1), 43-53. https://doi.org/10.30598/TRITONvol22issue1page43-53