KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN TELUK YOUTEFA, KOTA JAYAPURA

  • Sara Umbekna Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
  • Lady Ayu Sri Wijayanti Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, Universitas Padjadjaran
  • Lolita Tuhumena Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
  • Muhammad Hisyam Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
  • Khristhoper Aris Arianto Manalu Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
  • Liyatin Gea Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
  • Kristhopolus Rumbiak Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
  • Ade Ria Elena Sinaga Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
Keywords: Phytoplankton, abundance, diversity, dominance, Youtefa Bay

Abstract

Phytoplankton serve as primary producers and the foundational link in the food web. These organisms are frequently utilized as bioindicators for the fertility of aquatic environments. The presence of phytoplankton and the environmental conditions supporting their habitat play a critical role in assessing and managing the status and quality of marine waters.The objective of this study was to analyze the phytoplankton community structure in the waters of Youtefa Bay, Jayapura, encompassing species composition, abundance, diversity index, dominance index, and evenness index. This research was conducted in October 2023 across five sampling stations. Physico-chemical parameters, including temperature, salinity, and pH, were measured in situ. Phytoplankton samples were collected horizontally using a plankton net with a mesh size of 25 µm and subsequently preserved in 4% formalin.The results indicated that the phytoplankton in Youtefa Bay consisted of two classes Bacillariophyceae and Dinophyceae comprising a total of 21 species. Ceratium trichoceros and Thalassiothrix longissima were the species identified at all sampling stations. Total phytoplankton abundance ranged from 358.10 cells/m³ to 2,426.04 cells/m³. Ceratium trichoceros exhibited the highest species abundance at 4,074.59 cells/m³. Within the class Bacillariophyceae, Thalassiothrix longissima and Skeletonema costatum showed higher abundances compared to other diatom species, recorded at 414.15 cells/m³ and 267.80 cells/m³, respectively.The diversity index values in Youtefa Bay ranged from 1.17 to 1.75, the dominance index from 0.25 to 0.46, and the evenness index from 0.47 to 0.74. Water temperature ranged from 28.7°C to 30.2°C, salinity ranged from 17 to 34 ppt (average 30.6 ppt), and pH values ranged from 7.2 to 7.8. In conclusion, the water quality of Youtefa Bay is classified as good and suitable to support phytoplankton life.

 

ABSTRAK

Fitoplankton merupakan produsen primer dan awal mata rantai dalam jaring makanan. Organisme ini sering dijadikan sebagai indikator ukuran kesuburan suatu perairan. Keberadaan fitoplankton dan kondisi lingkungan pendukung habitatnya berperan dalam penilaian status dan kualitas perairan laut serta pengelolaannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis struktur komunitas fitoplankton di perairan Teluk Youtefa, Jayapura, yang meliputi komposisi jenis, kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks dominansi, dan indeks keseragaman fitoplankton. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2023 di 5 stasiun penelitian. Parameter fisika-kimia air diukur secara insitu meliputi suhu, salinitas, dan pH. Sampel fitoplankton diambil secara horizonal menggunakan plankton net dengan mesh size 25 µm, dan selanjutnya diawetkan menggunakan formalin 4%. Hasil penelitian menunjukan, fitoplankton di perairan Teluk Youtefa terdiri dari 2 kelas, yaitu Bacillariophyceae dan Dinophyceae, yang terbagi atas 21 spesies. Spesies fitoplankton yang ditemukan pada semua stasiun penelitian yaitu Ceratium trichoceros dan Thalassiothrix longissima. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 358,10 sel/m³-2426,04 sel/m³. Ceratium trichoceros memiliki kelimpahan spesies tertinggi dibandingkan lainnya, yaitu 4074,59 sel/m³. Pada kelas Bacillariophyceae, spesies Thalassiothrix longissimadan Skeletonema costatum memiliki kelimpahan yang lebih tinggi dibandingkan spesies diatom lainnya, yakni 414,15 sel/m³ dan 267,80 sel/m³. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton di perairan Teluk Youtefa berkisar antara 1,17-1,75, indeks dominansi berkisar antara 0,25-0,46, dan indeks keseragaman berkisar antara 0,47-0,74. Nilai suhu perairan Teluk Youtefa berkisar antara 28,7°C-30,2°C, salinitas berkisar antara 17-34 ppt dengan rata-rata 30,6 ppt, dan nilai pH  berkisar antara 7,2-7,8. Kualitas perairan Teluk Youtefa tergolong baik dan sesuai untuk mendukung kehidupan fitoplankton.

Kata kunci: Fitoplankton, kelimpahan, keanekaragaman, dominansi, Teluk Youtefa

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, N., Adipu, Y., Astuti, I., & Kolanus, F. (2025). Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Desa Bangga Kabupaten Boalemo. Gorontalo Fisheries Journal, 8(1), 30–41.

Abudi, M. K., Ahmad, N. F., Pasisingi, N., & Kadim, M. K. (2022). Keragaan Spesies Fitoplankton di Teluk Gorontalo. Jurnal Kelautan, 14(3), 273–277.

Alianto, A., Hendri, H., & Suhaemi, S. (2018). Kelimpahan dan Kelompok Fitoplankton di Perairan Luar Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(3), 683–697.

Anzani, Y. M., Soetignya, W. P., & Adijaya, M. (2023). Struktur Komunitas Fitoplankton di Sungai Mempawah, Kalimantan Barat, Indonesia. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 19(1), 20–28.

Asoi, L. E. (2019). Kelimpahan dan Keanekaragaman Fitoplankton di Perairan Pesisir Holtekamp Kota Jayapura. Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi, 2(1), 6–15. https://doi.org/10.31540/biosilampari.v2i1.620

Cahyani, L. E., Kesaulya, I., & Haumahu, S. (2023). Pengaruh Perubahan Gradien Salinitas dan Suhu terhadap Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Teluk Ambon. Jurnal Kelautan Tropis, 26(3), 543–553.

Febriyanti, M., Anggraeni, A., & Akhrianti, I. (2023). Relationship Between Phytoplankton and Chlorophyll-a Abundance in the Outer Bay of Bangka Island. Jurnal Ilmiah PLATAX, 11(2), 498–512. https://doi.org/10.35800/jip.v10i2.50015

Firdaus, M. R., & Wijayanti, L. A. S. (2019). Fitoplankton dan Siklus Karbon Global. Oseana, XLIV(2), 35–48.

Hamuna, B., Tanjung, R. H. R., Kalor, J. D., Dimara, L., Indrayani, E., Warpur, M., Paulangan, Y. Y. P., & Paiki, K. (2018). Studi Karakteristik Pasang Surut Perairan Laut Mimika, Provinsi Papua. Jurnal Acropora Ilmu Kelautan Dan Perikanan Papua, 1(1), 19–28.

Hisyam, M., & Sumardi, S. R. (2024). Analisis Perbandingan Kualitas Air Laut Teluk Youtefa dan Yos Sudarso, Jayapura, Papua. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 16(2), 253–263.

Huliselan, N. V, Wawo, M., Tuapattinaja, M. A., & Sahetapy, D. (2018). Distribusi Zooplankton di Perairan Teluk Kotanis, Kabupaten Seram Bagian Barat. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 14(2), 41–49.

Kalor, J. D., Wanimbo, E., & Ayer, P. I. (2021). Strategi Penanggulangan Pencemaran Sampah Plastik di Perairan Teluk Youtefa Kota Jayapura Papua. JPKMI, 2(3), 176–183.

Karamma, R., Pallu, M. S., Thaha, M. A., & Hatta, M. P. (2020). A 2d Numerical Model of Salinity Distribution Pattern on The Estuary of Jeneberang River. Lowland Technology International, 22(2), 192–200.

Mandey, V. K. (2019). Kajian Kondisi Ekosistem Terumbu Karang Di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Provinsi Papua. ACROPORA Jurnal Ilmu Kelautan Dan Perikanan Papua, 2(2), 50–54. https://doi.org/10.31957/acr.v2i2.1065

Munru, M., Wilopo, M. D., Johan, Y., Purnama, D., & Renta, P. P. (2023). Struktur komunitas fitoplankton di perairan kabupaten kaur. Jurnal Kelautan, 16(2), 147–162.

Odum, E. P. (1998). Dasar-Dasar Ekologi. Gadjah Mada University Press.

Padang, A. (2023). Planktonologi. BRIN.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Persson, A., Smith, B. C., Alix, J. H., Li, Y., Holohan, B. A., & Wikfors, G. H. (2021). Differences in Specific Mass Density Between Dinoflagellate Life Stages and Relevance to Accumulation by Hydrodynamic Processes. Journal of Phycology, 57(5), 1492–1503. https://doi.org/10.1111/jpy.13181

Prayitno, Y., Kurniawan, A., & Prabowo, R. (2021). Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Teluk Youtefa (Kampung Tobati & Kampung Enggros) Kota Jayapura. The Journal of Fisheries Development, 4(2), 101–116.

Rhedyanti, T., Nurrahman, Y. A., & Risko, R. (2023). Distribusi Salinitas, Suhu, pH Akibat Pengaruh Arus Pasang Surut di Muara Sungai Mempawah. Oseanologia, 2(2), 35–47.

Samudera, L. N. G., Widianingsih, W., & Suryono, S. (2021). Struktur Komunitas Fitoplankton dan Parameter Kualitas Air di Perairan Paciran, Lamongan. Journal of Marine Research, 10(4), 493–500.

Sucipto, A., Thaha, M. A., Hatta, M. P., & Mahmuddin, F. (2024). Sebaran Salinitas dan Temperatur Secara Horzontal di Muara Sungai Palu. EKONSTRUKSI TADULAKO: Civil Engineering Journal on Research and Development, 5(2), 111–116.

Suhadi, M., Gustomi, A., & Supratman, O. (2020). Struktur Komunitas Plankton Sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Upang Desa Tanah Bawahkecamatan Puding Besar. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 14(1), 26–32.

Sulistiowati, D., Tanjung, R. H. R., & Lantang, D. (2016). Keragaman dan Kelimpahan Plankton Sebagai Bioindikator Kualitas Lingkungan di Perairan Pantai Jayapura. Jurnal Biologi Papua, 8(2), 79–96.

Suryadi, I. B. B., & Kelana, P. P. (2017). Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Pangandaran. Jurnal Akuatika Indonesia, 2(2), 163–171.

Tasak, A., & Ayer, P. (2019). Kelimpahan Plankton di Perairan Pantai Kampung Enggros, Kota Jayapura. ACROPORA Jurnal Ilmu Kelautan Dan Perikanan Papua, 2(1), 37–41.

Tomas, C. R. (1997). Identifying Marine Phytoplankton. Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-693018-4.X5000-9

Umbekna, S., Wijayanti, L. A. S., Paiki, K., & Lubis, A. M. (2025). Komposisi Jenis Fitoplankton di Perairan Teluk Tanah Merah, Depapre, Papua. FISHIANA Journal of Marine and Fisheries, 4(1), 66–74.

Wajihah, M., Sudarso, V. S., Nadiah, A., Vita, N., Hidayati, H., Samudra, S. R., & H, I. (2025). Parameter pH terhadap Kelimpahan Plankton di Kolam Pembenihan Ikan (Osteochilus hasseltii) Nilem Balai Benih Ikan Tambaksogra, Banyumas. Jurnal Perikanan Pantura, 8(2), 824–827.

Wijayanti, L. A. S., Fitriya, N., Firdaus, M. R., Satriyo, B., Setiawan, R. Y., Nurdin, N., Helmi, M., & Zainuddin, M. (2020). Deep sea phytoplankton community of the Sangihe-Talaud Islands waters. AACL Bioflux, 13(5), 3212–3223.

Wijayanti, L. A. S., Mochamad, M. I. C. U., Djalil, M., Nugraha, T. A., Umbekna, S., Thoha, H., Fitriya, N., & Firdaus, R. (2026). Abundance and Diversity of Phytoplankton in the Waters of Obi Island, Indonesia, and Their Relationship with Nutrients. Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 30(2), 1515–1532.

Published
2026-04-24
How to Cite
Umbekna, S., Wijayanti, L. A. S., Tuhumena, L., Hisyam, M., Manalu, K. A. A., Gea, L., Rumbiak, K., & Sinaga, A. R. E. (2026). KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN TELUK YOUTEFA, KOTA JAYAPURA. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 22(1), 32-42. https://doi.org/10.30598/TRITONvol22issue1page32-42