KONDISI EKSISTING INTRUSI AIR LAUT DI PESISIR LATUHALAT, PULAU AMBON

  • Grimaldy R Latumeten Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kelautan Program Pascasarjana, Universitas Pattimura
  • Simon Tubalawony Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura
  • Yunita A Noya Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura
Keywords: Seawater intrusion, groundwater, coastal areas, tidal, Latuhalat

Abstract

Seawater intrusion is a problem in coastal areas affecting groundwater quality. Seawater intrusion's impact is thought to have occurred on the coast of Latuhalat, which is indicated by groundwater that tastes brackish in community wells. Consequently, people must buy fresh water to meet their drinking water needs. In addition, seawater intrusion disrupts biodiversity in coastal areas. This study aims to examine the phenomenon of seawater intrusion on the coast of Latuhalat by analysing the conductivity level of groundwater and the area of the coastal area intruded by seawater during the tidal phase. The method used is interpolating physical and chemical parameters and analysing the bicarbonate-chloride ratio based on the Revelle Index. The measurement and analysis of tidal phase data using the interpolation method show that the tide phase increases the electrical conductivity and groundwater chloride values. Electrical conductivity values in the fourteen wells ranged from 446 μmhos/cm to 3236 μmhos/cm, while chloride concentrations ranged from 50 mg/L to 6631 mg/L. Analysis of the bicarbonate-chloride ratio obtained Revelle Index (RI) values ranging from 0.017 to 2.321, which indicates that seawater intrusion occurs from low to medium levels. In the coastal area along ± 5 km, it is known that the area of the intruded area in the relatively low to moderate category covers an area of 1.82 km2 (36.4%). The spatial distribution of electrical conductivity and chloride values which are pretty high are concentrated in Omputty Hamlet, where it is strongly suspected that seawater's movement into inland aquifers, which is caused by the geological structure of the Latuhalat area, is exacerbated by the intensity of excessive use of groundwater by the surrounding community.

 

ABSTRAK

Intrusi air laut merupakan salah satu permasalahan di wilayah pesisir yang mempengaruhi kualitas air tanah. Dampak intrusi air laut diduga terjadi di pesisir Latuhalat yang diindikasikan oleh air tanah yang terasa payau pada sumur masyarakat. Sebagai konsekuensinya, masyarakat harus membeli air tawar untuk memenuhi kebutuhan air minum. Selain itu, intrusi air laut mengganggu keanekaragaman hayati di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena intrusi air laut di pesisir Latuhalat melalui analisis tingkat konduktivitas air tanah dan luasan daerah pesisir yang terintrusi air laut selama fase pasang surut. Metode yang digunakan yaitu interpolasi parameter fisika dan kimia, serta analisis rasio klorida bikarbonat berdasarkan Revelle Index. Hasil pengukuran dan analisa data fase pasang surut air laut dengan metode interpolasi menunjukkan fase pasang air laut berpengaruh meningkatkan nilai daya hantar listrik (DHL) maupun klorida air tanah. Nilai DHL pada keempat belas sumur mulai dari 446 μmhos/cm hingga 3236 μmhos/cm, sedangkan konsentrasi klorida mulai dari 50 mg/L hingga 6631 mg/L. Analisis rasio klorida bikarbonat mendapatkan nilai Revelle Index (RI) mulai dari 0,017 hingga 2,321 yang menandakan bahwa intrusi air laut terjadi mulai dari tingkat rendah hingga menengah. Pada area pesisir sepanjang ± 5 km, diketahui luasan wilayah yang terintrusi dengan kategori agak rendah hingga sedang mencakup area seluas 1,82 km2 (36,4%). Distribusi spasial nilai DHL dan klorida yang cukup tinggi terkonsentrasi terdapat di Dusun Omputty, dimana kuat dugaan pergerakan air laut ke akuifer daratan yang disebabkan oleh struktur geologi daerah Latuhalat diperparah oleh intensitas penggunaan air tanah berlebih oleh masyarakat sekitar.

Kata Kunci: Intrusi air laut, air tanah, wilayah pesisir, pasang surut, Latuhalat

Downloads

Download data is not yet available.

References

Acworth, I., 2019. Investigating Groundwater. CRC Press. Taylor & Francis Group. London, UK.

Amri, M. A. 2021. Analisis Hidrogeologi Airtanah Dangkal Dalam Menentukan Intrusi Air Laut Daerah Sunter dan Sekitarnya Jakarta Utara. Jurnal of Groscience Engineering & Energy 2(2): 157-169. DOI: https://doi.org/10.25105/ jogee.v2i2.9934

BPS. 2020. Kota Ambon Dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Kota Ambon.

Damayanti, C., Amukti, R., Suyadi. 2020. Potensi Vegetasi Hutan Mangrove untuk Mitigasi Intrusi Air Laut di Pulau Kecil. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia 5(2): 75:91. http://dx.doi.org/10.14203/oldi.2020.v5i2.313

Gaikwad, S. K., Kadam, A. K., Ramgir, R. R., Kashikar, A. S., Wagh, V. M., Kandekar, A. M., Gaikwad, S. P., Madale, R. B., Pawar, N. J., & Kamble, K. D. 2020. Assessment of The Groundwater Geochemistry from a Part of West Coast of India Using Statistical Methods and Water Quality Index. HydroResearch 3: 48–60. https://doi.org/10.1016/j.hydres.2020. 04.001

Handiani, Dian N., Darmawan, S., Heriati, A., Aditya, Yohanes D., 2019. Kajian Kerentanan Pesisir Terhadap Kenaikan Muka Air Laut di Kabupaten Subang-Jawa Barat. Jurnal Kelautan Nasional 14(3):145-154.

Hounsinou, S.P., 2020. Assessment of Potential Seawater Intrusion in a Coastal Aquifer system at Abomey-Calavi, Benin. Heliyon 6(2): 1-16. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2020.e03173

Idowu, T.E. and Lasisi, K.H. 2020. Seawater Intrusion in The Coastal Aquifers of East and Horn of Africa: A Review From a Regional Perspective. Scientific African, 8: 1-15. https://doi.org/10.1016/j.sciaf.2020.e00402

Joesidawati, M. I. 2017. Indication of Sea Water Intrusion as One of The Impact of Sea Level Rise (Case Study of Tuban Regency). Aquasains (Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan) 6(1): 543-552.

Kim, K.Y., Chon, C.M., Park, K.H., Park, Y.S., & Woo, N.C. 2008. Multi-depth Monitoring of Electrical Conductivity and Temperature of Groundwater at a Multilayered Coastal Aquifer: Jeju Island, Korea. Hydrological Processes 22(8): 3724–3733. https://doi.org/10.1002/hyp.6976

Latue, P. C., Septory, J. S. I., Somae, G., Rakuasa, H. 2023., Perubahan Tutupan Lahan Kota Ambon Tahun 2015, 2019 dan 2023. Jurnal Pendidikan Geografi 10 (1): 177-186. DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jpg.v10i1.15472

Nurrohim, A., Tjaturahono, B.S., Setyaningsih, W. 2012. Kajian Intrusi Air Laut di Kawasan Pesisir Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Geo Image 1 (1): 21-27. DOI: https://doi.org/10.15294/geoimage.v1i1.942

Okta, E. V., Widyatama, A. A., Utomo, B. 2022. Prediksi Penurunan Muka Air Tanah terhadap Banjir Rob di Kawasan Pesisir Kota Jakarta. Jurnal Penataan Ruang 17 (2): 98-109.

Prusty, P. and Farooq, S. H. 2020. Seawater Intrusion in The Coastal Aquifers of India - A Review. HydroResearch 3: 61-74. https://doi.org/10.1016/j.hydres.2020.06.001

Puturuhu, F., Danoedoro, P., Sartohadi, J., Srihadmoko, D. 2021. Artificial Neural Network for Landslide Vulnerability Mapping in Leitimur Peninsula Ambon Island. IOP Conf. Series: Earth and Enviromental Science 989 (2021) 012013. doi:10.1088/1755-1315/989/1/012013

Radityo, D., Alviyanda., Natalia, H.C., Hamdani, A., Huseina, A.A., Denhi, A.D.A., Naufal, R.A., Zayadah. 2020. Identifikasi Keberadaan Intrusi Air Laut pada Kawasan Pemukiman di Sekitar Pesisir Pantai Daerah Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan. Journal of Science and Applicative Technology 4(2): 110-115. DOI: https://doi.org/10.35472/ jsat.v4i2.366

Rahman, R. M., Tubalawony, S., Noya, Y. A., 2019. Distribusi Spasial Genangan Akibat Kenaikan Muka Air Laut di Wilayah Teluk Ambon, Maluku. Prosiding Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan XVI ISOI: pp 267-281.

Rahmadani, M. dan Afdal. 2023. Pemetaan Intrusi Air Laut Terhadap Air Tanah di Pantai Gandoriah Menggunakan Metode Geolistrik. Jurnal Fisika Unand 12(1): 131-136. DOI: https://doi.org/10.25077/jfu.12.1.131-136.2023

Rakuasa, H. and Pakniany, Y. 2022. Spatial Dynamics of Land Cover Change in Ternate Tengah District, Ternate City, Indonesia. Forum Geografi 36(2): 126–135. DOI: 10.23917/forgeo.v36i2.19978

Santosa, R.R.B., Yulianto, G., Damar, A. 2021. Sebaran Spasial Intrusi Air Laut di Wilayah Pesisir Teluk Banten dan Alternatif Upaya Pengendaliannya. Jurnal Perikanan dan Kelautan 11(1): 1-15. DOI: http://dx.doi.org/10.33512/jpk.v11i1.10822

Singaraja, C., Chidambaram, S., Jacob, N. 2018. A Study on The Influence of Tides on The Water Table Conditions of The Shallow Coastal Aquifers. Appl. Water Sci. 8(11):1-13. https://doi.org/10.1007/s13201-018-0654-5

Tjokrosapoetro, S., Rusmana, E., Suharsono. 1994. Geologi Lembar Ambon, Maluku. Departemen Pertambangan dan Energi. Dirjen Geologi dan Sumberdaya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Vienastra, S. dan Febriarta, E. 2018. Karakteristik air Tanah di Pulau Yeben, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan Ke-3 Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia: pp 108–113.

Vienastra, S. dan Febriata, E. 2021. Dinamika Hidrokimia Air Tanah Pada Akuifer Pasiran Pulau Yeben Raja Ampat, Papua Barat. Jurnal Pendidikan Geografi 26(2): 99-110. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v26i22021p099

Wibowo, B.A., Bambang, A.N., Pribadi, R., Setiyanto, I., Prihantoko, K.E., Sutanto, H.A. 2022. Strategi Pengelolaan Kawasan Pesisir di Pasar Banggi Kabupaten Rembang dengan Pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Jurnal Kelautan Tropis 25(2): 191-201. DOI: https://doi.org/10.14710/jkt.v25i2. 12381

Published
2023-04-17
How to Cite
Latumeten, G., Tubalawony, S., & Noya, Y. (2023). KONDISI EKSISTING INTRUSI AIR LAUT DI PESISIR LATUHALAT, PULAU AMBON. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 19(1), 43-51. https://doi.org/10.30598/TRITONvol19issue1page43-51