Kebijakan Pendidikan Wilayah 3T dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Geografi di Pulau-Pulau Kecil

Education Policy in Indonesia's Underdeveloped, Frontier, and Outermost (3T) Regions and Its Implications for Geography Education in Small Islands

  • Susan Evelin Manakane Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
  • Tanwey Gerson Ratumanan Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
  • Theodora Florence Tomasoa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
Keywords: kebijakan pendidikan, wilayah 3T, pembelajaran geografi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta implikasinya terhadap pembelajaran geografi di pulau-pulau kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis kebijakan. Data diperoleh dari dokumen kebijakan pemerintah, laporan lembaga internasional, serta artikel ilmiah nasional dan internasional periode 2020–2025. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi untuk mengidentifikasi hubungan antara kebijakan pendidikan, karakteristik wilayah kepulauan, dan pembelajaran geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan wilayah 3T telah mendukung perluasan akses pendidikan, tetapi implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, distribusi guru yang belum merata, kesenjangan digital, dan rendahnya integrasi konteks geografis lokal. Pembelajaran geografi di pulau-pulau kecil berpotensi memperkuat literasi spasial, kesadaran lingkungan, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-07-01
How to Cite
Manakane, S. E., Ratumanan, T. G., & Tomasoa, T. F. (2026). Kebijakan Pendidikan Wilayah 3T dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Geografi di Pulau-Pulau Kecil. GEOFORUM, 5(1), 11-25. https://doi.org/10.30598/geoforumvol5iss1pp11-25
Section
Articles