Formulasi Kenari untuk Pembuatan Crackers Pisang Tongka Langit

Canarium Nut Formulations for Making Tongka Langit Banana Crackers

  • Dwi W Rukua Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233
  • Priscillia Picauly Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233, Indonesia
  • Meitycorfrida Mailoa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233
Keywords: Canarium nut, Chemical & Sensory Characteristics, Crackers, Tongka Langit Bananas

Abstract

Crackers is a high carbohydrate food product made from wheat flour. Crackers can also be made from tongka langit banana flour with the addition of canarinuts. The purpose of the study was to determine the exact formulation of canarium nut in the making of tongka langit banana crackers based on its chemical and sensory characteristics. This study used a completely randomized design with five levels of canarium nut addition, i.e., 0% (without canarium nut), 5%, 10%, 15%, and 20% was applied in this research. Chemical (moisture content, ash content, protein content, fat content, crude fiber content, and carbohydrate content) and sensory properties (taste, color, aroma, texture, and overall) were observed. Based on the results obtained that the tongka langit banana crackers with the addition of 20% canarium nut was found to be the best treatment, with a moisture content of 3.23%, an ash content of 4.72%, and a protein content of 7,38%, fat content of 23.13%, crude fiber content of 1.14%, carbohydrate content of 60,53%, and based on the sensory analysis, the tongka langit banana crackers had a taste (like), color (like), aroma (like), texture (like), and an overall acceptance (like).

Keywords: Canarium nut; chemical & sensory characteristics; crackers; tongka langit bananas

 

ABSTRAK

Crackers adalah suatu produk pangan yang memiliki karbohidrat tinggi yang dibuat dari tepung terigu. Crackers juga dapat dibuat dari tepung pisang tongka langit dengan penambahan kenari. Tujuan penelitian ini untuk menentukan formulasi kenari yang tepat dalam pembuatan crackers pisang tongka langit berdasarkan karakteristik kimia dan organoleptik. Penelitian ini didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan penambahan kenari yaitu 0% (tanpa kenari), 5%, 10%, 15%, dan 20%. Parameter yang dianalisis yaitu uji kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, dan kadar karbohidrat), dan data hasil pengamatan uji organoleptik (Rasa, warna, aroma, tekstur, dan overall) dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa crackers pisang tongka langit dengan penambahan kenari 20% merupakan perlakuan terbaik dengan kadar air yaitu 3,23%, kadar abu 4,72%, kadar protein 7,38%, kadar lemak 23,13%, kadar serat kasar 1,14%, kadar karbohidrat 60,53%, dan berdasarkan uji organoleptik, crackers pisang tongka langit memiliki rasa (suka), warna (suka), aroma (suka), tekstur (suka), dan tingkat penerimaan secara keseluruhan (suka).

Kata kunciCrackers; karakteristik Kimia & organoleptik; kenari; pisang tongka langit

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afianti, F., & Indrawati, V. (2015). Pengaruh penambahan tepung ikan gabus (Ophiocephalus striatus) dan air terhadap sifat organoleptik crackers. Jurnal Tata Boga, 4(01), 46–55.

AOAC. (2005). Association of Official Analytical Chemistry, Washington D.C. Official Method of Analysis.

Chaunier, L., Valle, G.D., & Lourdin, D. (2007). Relationship between texture, mechanical properties and structure of corn flakes. Food Research International Journal, 40(4), 493-503. DOI: http://doi.org/10.1016/j.foodres.2006.07.014

Djakarsi, G.S., Nurali, E.J.N., Sumual, M.F., & Lalujuan, L.E. 2011. Analysis of biocative compound in canarium nut (Canarium indicum L) Research report Tropical Plant Curriculum Project In cooperation with USAID – TEXAS A&M UNIVERSITY Sam Ratulangi University.

Djarkasih, G.S.S., Lalujan, L., Nuraly, E.J.N., Tuju, T.J.D., Rawung, D., & Sumkual, M.F. (2017). Chemical composition and antioxidant properties of kenari (Canarium indicum) nut. The Pharmaceutical and Chemical Journal, 4(4), 79-84.

Ernisti, W., Riyadi, S., & Jaya, F.M. (2018). Karakteristik biskuit (crackers) yang difortifikasi dengan konsentrasi penambahan tepung ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) berbeda. Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, 13(2), 88-98.

Lawalata, V.N., Budiastra, W., & Haryanto, B. (2004). Peningkatan nilai gizi, sifat organoleptik dan fisik sagu mutiara dengan penambahan buah kenari (Canarium ovatum). Agritech, 24(1), 9–16.

Lawalata, V.N., Maatoke, I., & Tetelepta, G. (2019). Karakteristik kimia food bar puree pisang tongka langit (Musa troglodytarum) dengan penambahan kenari (Canarium indicum L.). AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 8(2), 48–52. http://doi.org/10.30598/jagritekno.2019.8.2.48.

Mailoa, M. 2012. Pengembangan pisang tongka langit (Musa troglodyarium) menjadi biskuit. Jurnal Ekologi dan Sains, 1(1), 6-13.

Mailoa, M., Widyaningsih, T.D., Putri, W.D.R., & Harijono. (2019). Fresh and roasted canarium nut (Canarium vulgare) altering the lipid profile of hypercholesterolemic rats (Rattus norvegicus). EurAsian Journal of BioSciences, 13(1), 231–238.

Moniharapon, E., Picauly, P., & Lelmalaya, L. (2018). Kajian sifat kimia dan organoleptik brownies pisang tongka langit. AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 7(2): 60–63. http://doi.org/10.30598/jagritekno.2018.7.2.60

Oktaviana, A.S., Hersoelistyorini, W., & Nurhidajah. (2017). Kadar protein, daya kembang dan organoleptik cookies dengan substitusi tepung mocaf dan tepung pisang kepok. Jurnal Pangan dan Gizi, 7(2), 72-81.

Oppier, G. (2019). Daya Terima dan Sifat Fisikokimia Flakes Sukun (Artocarpus communis) dan Kenari (Canarium indicum L). Skripsi, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon.

Picauly, P., & Tetelepta, G. (2015). Karakteristik fisik bubur instan tersubtitusi tepung pisang tongka langit. AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 4(2), 41–44.

Picauly, P., & Tetelepta, G. (2016). Uji organoleptik crackers pisang tongka langit. AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 5(2): 53-57. http://doi.org/10.30598/jagritekno.2016.5.2.53

Pratiwi, I. K., & Krisbianto, O. (2019). Kandungan gizi, beta karoten dan antioksidan pada tepung pisang tongka langit (Musa troglodytraum L.) Agritech, 39(1), 48-53. DOI: http://doi.org/10.22146/agritech.29737.

Tetelepta, G., & Picauly, P. (2017). Subtitusi tepung terigu dengan tepung pisang tongka langit untuk pembuatan crackers. AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 6(2), 39–44. https://doi.org/10.30598/jagritekno.2017.6.2.39

Thomson, L.A.J., & Evan, B. (2006). Canarium indicum var. indicum and C. harveyi (canarium nut) Burseraceae (torchwood family). SpeciesProfiles for Pacific Island Agroforestry.

Tuhumury, H.C.D., Souripet, A., & Maadara, A. 2020. Canarium nut powder formulations for making cookies crispy. IOP Conf. Series: Journal of Physics: Conf. Series 1463, 012028. http://doi.org/10.1088/1742-6596/1463/1/012028

Watilette, J. (2020). Karakteristik Flakes Formulasi Tepung Hotong (Setaria italica L. Beauv.) dan Kenari (Canarium indicum L.). Skripsi, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon.

Published
2022-04-12
How to Cite
Rukua, D., Picauly, P., & Mailoa, M. (2022). Formulasi Kenari untuk Pembuatan Crackers Pisang Tongka Langit. AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 11(1), 41-47. https://doi.org/10.30598/jagritekno.2022.11.1.41