ESTIMASI KECEPATAN DAN PANJANG LARIAN LONGSOR BERDASARKAN PENDEKATAN LONGSOR ELM

  • Matheus Souisa Universitas Pattimura
  • Sisca M. Sapulete Jurusan Fisika FMIPA Universitas Pattimura
  • Sean O. Souisa Jurusan Fisika FMIPA Universitas Pattimura
Keywords: Energi mekanik, estimasi kecepatan, longsor elm, panjang larian.

Abstract

Kegagalan lereng yang terjadi pada suatu lereng memiliki bidang gelincir pada struktur bawah permukaan sehingga dapat menimbulkan bencana longsor. Bencana ini terjadi di lokasi penelitian karena berada disekitar jalur patahan sehingga sebagian tanah mengalami retak dan longsor, karena disebabkan oleh hujan dengan durasi beberapa jam, sehingga tanah menjadi jenuh dan terlepas menggelincir mengikuti lereng dengan kecepatan yang tinggi dan panjang larian yang semakin jauh sampai mengendap. Hal inilah yang menyebabkan kerusakan dan kerugian, korban jiwa, pengungsian dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini dilakukan di longsor Booi untuk menjelaskan perumusan model fisika dalam menentukan kecepatan dan panjang larian longsor menggunakan hukum kesetimbangan energi mekanik berdasarkan pada model lumped mass. Hasil analisis memberikan estimasi kecepatan maksimum 13.3 m/s pada posisi 33.0 m berada pada elevasi 96.2 m.dpl dan panjang larian longsor 102.2 m.  Dengan demikian, semakin besar sudut kemiringan lereng terhadap sudut gesekan maka kecepatan longsor semakin tinggi dan panjang larian semakin besar. Alterasi kecepatan longsor sangat tergantung pada elevasi lereng dan jangkauan pengendapan material longsor.

Downloads

Download data is not yet available.

References

F. V. de Blasio, Introduction to the Physics of Landslides, Springer Science+Business Media, New York, B.V. 2011.

H. Masuya, History And Highlights Of Rock Fall Research In Japan, Interdisciplinary Workshop on Rockfall Protection, Morschach, 2008.

K.Sassa, Geotechnical Model for the Motion of Landslides, In Proceedings of the 5th International Symposium on Landslides, Lausanne, Switzerland, Edited by C.Bonnad, Vol.1.A.A., Balkema Rotterdam, The Netherlands, 1988.

M.Souisa, L.Hendrajaya dan G. Handayani, Pencitraan Resistivitas Bidang Longsor di Perbukitan Booi dan Erie Kota Ambon Menggunakan Konfigurasi Wenner–Schlumberger, Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, UNJ, Jakarta, Vol.16, No.2, Oktober 2015.

M. Pastor and L.Picarelli, Recommendations for Runout Models for use in Landslide Hazard and Risk Mapping, SafeLand, 7th Framework Programme Cooperation Theme 6 Environment (including climate change) Sub-Activity 6.1.3 Natural Hazards, Deliverable 1.9, 2010.

M. Pirulli, Numerical Modeling of Landslide Runout (A Continuum Mechanics Approach), Politecnico Di Torino, Department of Structural and Geotechnical Engineering, 2005.

M. Jaboyedoff, and V.Labiouse, Technical Note: Preliminary Estimation of Rockfall Run-out Zones, Nat. Hazards Earth Syst., Sci. 11, 2011.

M.Souisa, L.Hendrajaya and G.Handayani, Determination of Landslide Slip Surface Using Geoelectrical Resistivity Method at Ambon City Moluccas Indonesia, Jurnal Internasional, IJTAE, Volume 5, Issue 7, July 20, 2015.

M.Souisa, L.Hendrajaya and G.Handayani, Landslide Hazard and Risk Assessment for Ambon City Using Landslide Inventory and Geographic Information System, Journal of Physics: Conference Series 739, 2016.

O.Hungr, J.Corominas and E. Eberhardt, Estimating Landslide Motion Mechanism, Travel Distance and Velocity, Proceedings of the International Conference on Landslide Risk Management, Vancouver, Canada, May-June. 2005.

M.Souisa, L.Hendrajaya and G.Handayani, Study on Estimates of Travel Distance, Velocity and Potential Volume of Amahusu Sliding Plane using Energy Conservation Approach in Conjunction with Geoelectric Survey, Journal of Mathematical and Fundamental Sciences, Vol. 50, No. 2, 2018.

Published
2019-03-13
How to Cite
[1]
M. Souisa, S. Sapulete, and S. Souisa, “ESTIMASI KECEPATAN DAN PANJANG LARIAN LONGSOR BERDASARKAN PENDEKATAN LONGSOR ELM”, BAREKENG: J. Math. & App., vol. 13, no. 1, pp. 053-060, Mar. 2019.